YAMAHA MOTOR
 

Kombinasi Sarang Lebah dan Modern Menjadi Pemenang Kedua “Menang Banyak” Awards Mio Digital Custom Challenge


Mio Digital Custom Challenge untuk pertama kalinya digelar oleh PT. Alfa Scorpii pada 12 Mei hingga 9 Juni 2020. Kompetisi digital ini merupakan pertama kali diadakan oleh Alfa Scorpii dengan mengajak para desainer menuangkan ide terbaiknya dengan mengedesain Yamaha Mio S. Ahmad Azhar Ginting yang merupakan peserta asal Kota Pematangsiantar mengaku tertarik dengan kompetisi ini karena diberitahu oleh kakaknya yang melihat pengumuman kompetisi melalui akun Instagram perlombaan.

Mengikuti kompetisi ini digunakan Ahmad buat mengisi waktu luang karena dirinya baru saja menyelesaikan pendidikan Teknik Perkapalan di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang.  “Kompetisinya cukup menarik karena kita mendesain motor dengan bebas. Ya, tertarik juga karena hadiahnya cukup lumayan,” ujarnya sambil tertawa saat wawancara via Zoom Meeting, Selasa (23/6/2020).

 

 

Kelebihan yang lain, satu peserta saja bisa mengirimkan lebih dari satu desain. Ahmad mengaku mengirimkan lima desain ke website kompetisi Mio Digital Custom Challenge. “Kemarin saya kirim lima desain (ke website kompetisi), tapi yang lolos hanya satu,” ujarnya.

Desain yang terpilih adalah tema Honeycomb. Beruntung tema ini berhasil menjadi pemenang kedua kategori “Menang Banyak” Awards. Pastinya prestasi ini tidak disangka oleh Ahmad karena dia mengaku tidak begitu yakin untuk menang. “Agak pesimis aja bisa menang karena desain peserta lainnya cukup bagus. Dilihat dari vote desain lain juga cukup banyak,” ceritanya.

Ia pun bercerita alasannya memakai tema Honeycomb karena ingin memadukan konsep alam dengan modern. Awalnya ia mencoba bentuk geometri, namun persegi enam dilihatnya lebih dinamis. Kemudian ia pun memodfikasi idenya dengan menjadi konsep sarang lebah yang kemudian dikombinasikannya dengan konsep modern.

Ahmad mengaku tidak memiliki inpirasi khusus dengan desain ini. Tema hanya terlintas dipikirannya dan mencoba menerapkannya pada desain Yamaha Mio S. “Ya, kepikiran aja gitu karena lomba ini mengundang kreatifitas  dan idenya tak terbatas,” jelas Ahmad.

Untuk belajar desain, ia mengaku belajar otodidak sejak duduk di bangku SMP. Saat ini Ahmad bercerita bahwa ia saat ini lebih menyukai aliran geometri karena kesannya tidak abstrak. Menurutnya, sebisa mungkin desain harus enak dan nyaman buat dipasarkan.

“Desain (motor) harus disesuaikan ke target pemasaran. Saat ini banyak orang menyukai desain yang simple karena bisa dipakai untuk cowok maupun cewek. Desainnya simple aja tanpa ada corak terlalu banyak,” sarannya mengenai bagaimana desain motor kedepannya.