
Sistem pengereman menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keselamatan saat berkendara. Terlebih ketika pengendara harus melakukan pengereman secara mendadak atau melewati permukaan jalan yang licin. Untuk membantu menjaga kontrol saat pengereman, Yamaha Aerox 155 dilengkapi dengan teknologi Anti-lock Braking System (ABS).
ABS atau Anti-lock Braking System merupakan teknologi yang dirancang untuk membantu mencegah roda terkunci ketika pengendara melakukan pengereman dengan kuat. Ketika roda terkunci, ban dapat kehilangan daya cengkeram sehingga motor lebih sulit dikendalikan. Kondisi tersebut juga dapat membuat motor sulit diarahkan sesuai keinginan pengendara. Dengan ABS, sistem akan membantu mengatur tekanan pengereman ketika mendeteksi adanya indikasi roda akan mengalami penguncian.
Secara sederhana, sistem ABS bekerja melalui beberapa komponen yang saling terhubung. Sensor kecepatan akan memantau putaran roda secara terus-menerus. Ketika pengendara menarik tuas rem dengan kuat, sensor akan membaca kondisi putaran roda. Jika sistem mendeteksi adanya perbedaan putaran yang mengindikasikan roda berpotensi terkunci, ABS Control Unit akan mengatur tekanan minyak rem. Tekanan pengereman dapat dikurangi dan kembali dinaikkan secara cepat sesuai kondisi roda. Proses tersebut berlangsung secara otomatis dan sangat cepat, sehingga roda tetap dapat berputar sekaligus membantu mempertahankan traksi dengan permukaan jalan.
Salah satu manfaat utama ABS adalah membantu pengendara mempertahankan kontrol terhadap motor ketika melakukan pengereman keras. Misalnya, saat kendaraan di depan tiba-tiba berhenti. Pengendara mungkin secara refleks menarik tuas rem lebih dalam. Pada kondisi tersebut, ABS membantu mengurangi risiko roda terkunci sehingga pengendara tetap memiliki peluang lebih baik untuk mengarahkan motor.
Namun, ABS bukan berarti membuat motor bebas dari risiko kecelakaan. Jarak pengereman tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kecepatan kendaraan, kondisi ban, permukaan jalan, cuaca, serta cara pengendara melakukan pengereman.
Pengendara tidak perlu mengaktifkan ABS secara manual. Sistem akan bekerja secara otomatis ketika dibutuhkan. Saat ABS bekerja, pengendara dapat merasakan adanya sensasi berdenyut atau getaran pada tuas rem. Hal tersebut merupakan respons dari sistem dalam mengatur tekanan pengereman dan bukan berarti terjadi kerusakan pada rem. Karena itu, pengendara sebaiknya tidak panik ketika merasakan sensasi tersebut. Tetap pertahankan kontrol terhadap motor dan fokus mengarahkan kendaraan dengan aman.
Meskipun Yamaha Aerox 155 telah dilengkapi teknologi ABS, kondisi komponen pengereman tetap harus diperhatikan. Pastikan kampas rem, cakram, ban, dan komponen terkait lainnya berada dalam kondisi baik. Perawatan berkala di bengkel resmi Yamaha juga penting untuk memastikan sistem pengereman dan komponen pendukungnya bekerja secara optimal. Dengan memahami cara kerja ABS, pengendara dapat lebih mengenal teknologi yang terdapat pada Yamaha Aerox 155 sekaligus berkendara dengan lebih aman dan percaya diri. Yamaha Gear Ultima motor paling irit di indonesia